Unilever Pureit, sebuah produk baru, mampu mensterilisasi dan menjernihkan air dalam waktu singkat tanpa pendidihan, seperti cara konvensional.
Unilever Pureit mensterilkan air lewat empat tahapan. Tahapan pertama adalah filtrasi air lewat penyaring serat mikro. Tahapan kedua adalah melewatkan air pada lapisan karbon aktif. Tahapan ketiga paling penting, mebasmi semua virus dan bakteri oleh teknologi bernama programmed disinfection technology. Tahapan terakhir adalah proses penjernihan yang memungkinkan air menjadi tak berbau dan tak berwarna.
Unilever Pureit melakukan proses dalam alat yang cuma sebesar dispenser. Dalam Unilever Pureit ini, terdapat bagian yang paling penting untuk proses sterilisasi, disebut germkill kit. Bagian ini mampu berfungsi maksimal selama kurang lebih delapan bulan dengan pemakaian normal, atau sebanyak kurang lebih 80 galon. Dalam bagian tersebut, terdapat lapisan karbon, pembunuh bakteri, dan penjernih.
Pembuatan produk ini didasari oleh kondisi air perkotaan yang kian memburuk. Felicia Julian, Brand Manager Unilever Pureit, mengungkapkan, dari hasil penelitian Unilever yang bekerjasama dengan Sucofindo, 48 persen dari sumber air di Jabodetabek dan Bandung tercemar coliform dan 50 persen sumber air yang ada juga memiliki keasaman di luar ambang batas.
Akibatnya, banyak masyarakat menderita penyakit karena mengonsumsi air tercemar. Pakar kesehatan lingkungan Dr R. Budi Haryanto SKM, MKes, M.Sc., mengatakan, hampir 50 persen penyakit yang diderita oleh masyarakat Indonesia disebabkan oleh air minum yang tercemar dan pola hidup yang tidak bersih.
Sebagai inovasi terbaru dalam sterilisasi air, produk ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adala pengakuan Internasional dari Environmental Protection Agency (EPA) dan pengakuan nasional dari laboratorium IPB, ITB dan UGM yang menganalisa air hasil sterilisasi Unilever Pureit berdasarkan standar baku air minum dari PERMENKES.
Pemeliharaan alatnya pun tergolong mudah, karena hanya perlu memastikan Germkill Kit dalam kondisi yang layak digunakan, yaitu dengan melihat Germkill Life Indikator, fitur produk yang memungkinkan anda mengetahui kelayakan Germkill Kit.
Penggunaan alat ini akan membuat anggaran penyediaan air minum bagi keluarga dapat hemat. Alat ini dijual dengan harga sekitar Rp 500.000 dengan biaya penggantian Germkill Kit setiap delapan bulan sekali sebesar sebesar Rp 150.000.
Biaya sterilisasi satu liter air mengunakan alat ini diperkirakan hanya Rp 100 saja, lebih murah dibanding harga satu liter air galon ataupun isi ulang.
